OHoiiii.... entah kenapa saya tiba2 kangen sama Thailand, hiks... padahal dulu pas disana rasa2nya kebelet banget buat pulang. hohohoho... Maka untuk menyalurkan rasa kangen saya, hari ini saya akan berbagi sedikit tentang bahasa Thai yang saya bisa, agak sulit sih sebenernya, karena pada dasarnya bahasa Thai itu ada 5 pengucapan berbeda, beda nada beda arti lohhh... Mulai dari yang simple aja kali yah. mari kita belajar menghitung !!! *siapin simpoa* 1 (satu)= neng pengucapan neng di sini, bukan seperti kita manggil mbak2 lewat loh ya "neng..neng.. godain kita donk" bukannnn... tapi kayak pengucapan " ne " pada kata "nelangsa" 2 (dua) = song pengucapannya seperti kata "lagu" dalam bahasa inggris "sing a song" 3 (tiga) = sam pengucapannya biasa aja, seperti pengucapan kata " sam " pada kata "sama" 4 (empat) = si pengucapannya seperti kita mengucapkan kata " si apa" 5 (lima) = ha jika kamu...
Salah satu karya mas Joko Suroso. Salah satu photographer favorit saya :) Musik bagi saya adalah udara di pegunungan, menyejukkan dan menentramkan, entah ketika sedih atau senang, musik selalu menemani langkah kecil saya dalam keseharian. Setiap moment selalu memiliki musik/ lagunya sendiri2. Saya menyebutnya lagu kenangan :') Saat saya pertama kali merasakan cinta monyet, Ketika itu saya masih smp.masa2 dimana sedang booming lagunya Glen Fredly- Januari.hhahaha... jadul banget ya, jadi kira2 gini lagunya *ehem2* *ambil mik* Berat bebanku, meninggalkanmu.. mungkin benar cinta sejati, tak berpihak pada kita ~~ kasihku... sampai disini, kisah kita jangan tangisi keadaannya, bukan karna kita berbeda dengarkan, dengarkan lagu.. lagu ini.. Melodi rintihan hati ini, kisah kita, berakhir di Januari ~~~ ~~Eaaa... jadi inget aja tuh. pas wisata ke Bali dan lagi maen2 dipantai, maenan pasir, berharap2 dia ada di sana, lagi gandengan tangan sama dia menikmati senja. Kayaknya pa...
Jadi, ehem... ini adalah hari ke... eng.. *ambil kalkulator* ke 15 saya resmi jadi seorang istri *cieeeeeh* *cengar-cengir* Ya sodara2... setelah hampir 2minggu saya mengarungi bahtera rumah tangga *yaelah kayak udah taunan aja* :p , saya merasa... GAK ADA BEDANYA KAYAK MASIH LAJANG kecuali bobok ada yang nemenin *ihiiir* yang dibawah umur tutup mata woy. trus tiap pagi ada yang bangunin, eh ini mah pas lajang juga di bangunin sama bapak emak *penyakit tukang tidur belum ilang, hehehehe* Kata orang, jadi istri itu harus bangun lebih pagi buat nyiapin sarapan, bikinin suami kopi, nyiapin baju kerja suami, trus bersih2 rumah, pokoknya ribet deh, tapi saya mah sebaliknya, suami malah yang bangun duluan,bukan... bukan karena suami saya orang yang rajin, tapi karena dia yang lebih sensitif terhadap bunyi alarm, sedang saya? bah... ada gempa bumi mah, tidur ya tidur aja, wuahahaha... *kebo banget, iya*, lalu dengan pelan si aa (suami saya) bangunin saya, "hmm... jam berapa?" sa...
Komentar
Posting Komentar